RENUNGAN PEMUDA
" JEJAK IMAN "

Mazmur 78:1-7

Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, arahkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.
(Mazmur 78:1)


Setiap langkah hidup kita meninggalkan jejak, entah baik atau buruk. Demikian juga dengan bangsa Israel. Ada masa di mana nenek moyang mereka setia, tetapi ada juga masa di mana mereka justru memberontak terhadap Allah yang telah memberi keselamatan. Sedikit tekanan dan kesulitan sudah membuat mereka lupa dan goyah.


Mazmur 78 adalah sebuah refleksi atas sejarah panjang perjalanan bangsa Israel. Pemazmur mengingatkan bahwa setiap generasi sebenarnya dipanggil untuk meninggalkan jejak iman, bukan sekadar jejak pencapaian. Ia berkata, “… Supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian… supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah” (ayat 6–7). Bagi pemazmur, iman bukan hanya urusan personal. Iman punya dampak hingga ke generasi berikutnya. Artinya, hidup orang percaya seharusnya menjadi bukti nyata tentang kasih dan kesetiaan TUHAN yang bisa diteruskan kepada generasi setelahnya.


Youth, banyak orang yang sibuk mengejar pengakuan, ingin menjadi viral daripada berakar di dalam iman. Padahal, yang Tuhan rindukan adalah ketekunan untuk berjalan bersama-Nya hari demi hari, bukan validasi atau prestasi instan. Untuk meninggalkan jejak iman, kita harus lebih dulu berani berjalan di jalan iman. Tanpa mengalami Tuhan, kita tidak akan pernah benar-benar bisa memperkenalkan-Nya kepada orang lain. Jadi, sebelum mewariskan iman, kita perlu menghidupi iman itu dengan sungguh-sungguh. Saat kita tetap percaya di tengah tekanan dan tetap berdoa di tengah keraguan, di sanalah jejak iman itu mulai terlihat. Tuhan rindu kita meninggalkan jejak iman bagi dunia.


1. Mengapa penting bagi umat Tuhan untuk menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya kepada generasi berikutnya (ayat 4, 6)?
2. Jejak iman seperti apa yang ingin kita tinggalkan?


Pokok doa: Kekuatan untuk dapat memberi teladan iman.


Bahan: Youth for Christ, YKB Sinode GKI

KEGIATAN RUTIN PEMUDA

⚝ Informasi kegiatan Komisi Pemuda dapat diakses melalui media instagram @youthpasteur dan pada Warta Jemaat.



Nasihat untuk mencari hikmat (Amsal 4:1-27)

" Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian. "

Lanjutkan membaca >>