RENUNGAN PEMUDA
" KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA "
Mazmur 105:1-11, 45b
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya….
(Mazmur 105:5a)
“Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” Peribahasa ini berarti banyak kebaikan akan rusak oleh satu keburukan. Inilah yang dapat terjadi dalam hidup ini. Kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan bisa menjadi tidak berarti ketika seseorang berbuat kesalahan. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang kecewa kepada Allah. Ada orang-orang yang memiliki keinginan-keinginan yang disampaikan dalam doa. Namun, kenyataannya, keinginan yang didoakan tak kunjung terwujud. Kebaikan-kebaikan Allah yang telah ia terima dan rasakan seakan-akan tidak berarti ketika doa dan permintaan terakhirnya tidak terwujud. Akhirnya, ia menganggap Allah tidak baik atau tidak setia kepadanya.
Pemazmur mengajak para pembacanya untuk terus mengingat kasih dan perbuatan ajaib yang dilakukan oleh Allah sepanjang perjalanan bangsa Israel. Ia mencoba melihat bagaimana karya Allah di masa lampau dan bersyukur atasnya. Melalui hal ini, pemazmur sekaligus mengajak pembacanya untuk terus mengikuti ketetapan-Nya dan memegang seluruh pengajaran-Nya (ayat 45).
Youth, dalam kehidupan ini, mungkin saja kita belum mendapatkan jawaban atas doa atau permohonan yang kita naikkan kepada Allah. Meski demikian, kita diajak untuk tetap mengingat kebaikan-kebaikan yang telah Allah berikan dan yang telah kita rasakan dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu, ketika apa yang kita minta atau doakan belum terwujud, atau bahkan tidak terwujud, bukan berarti Allah tidak mengasihi kita. Allah sedang mempersiapkan waktu yang tepat atau hal yang terbaik menurut maksud-Nya.
1. Mengapa menurut pemazmur umat Allah harus mengingat kebaikan-Nya?
2. Hal apakah yang membuat kita melupakan kebaikan Allah?
Refleksi: Mengingat kebaikan Allah.
Bahan: Youth for Christ, YKB Sinode GKI
KEGIATAN RUTIN PEMUDA
⚝ Informasi kegiatan Komisi Pemuda dapat diakses melalui media instagram @youthpasteur dan pada Warta Jemaat.

Nasihat untuk mencari hikmat (Amsal 4:1-27)
" Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian. "